Yang Ikut

Saturday, 20 February 2010

Demontrasi. Apa ini?

Reactions: 
Ada orang bertanya aku patut atau tidak demontrasi dilakukan bagi membantah sesuatu perkara?

Sebenarnya - demontrasi adalah sebahagian dari hak asasi manusia - hak bersuara - hak berhimpun. Di banyak negara, demontrasi dibenarkan. Bagaimana pun di negara kita, ada peraturan dalam hal ini.

Untuk dikatakan demontrasi itu betul atau salah - ia tergantung kepada persepsi manusia.

Di Thailand - demontrasi telah menjatuhkan Thaksin. Ia mungkin betul sekiranya demontrasi itu dianggap sebagai jalan terbaik memberi kesejahteraan kepada manusia. Ia mungkin betul kalau si pelakunya ialah orang yang jujur tanpa mencari keuntungan ke atasnya.

Bagaimana pun - rentetan pergaduhan, konflik sepanjang demontrasi itu - di antara pihak yang menjaga keamanan dengan pihak yang berdemontrasi mungkin tidak memberi kebaikan. Penjaga keamanan juga manusia seperti kita. Mereka berkerja. Yang berdemontrasi juga manusia. Mereka rakyat prihatin. Tapi kedua-duanya mati dan cedera.

Demontrasi yang melibatkan pertarungan antara dua kuasa - yang memerintah dan diperintah adakalanya memberikan kemenangan, adakalanya tidak. Antara demontrasi terbesar yang berlaku di China - di Medan Tienanmen tahun 1989 - melibatkan lebih 100 ribu manusia juga tidak mengubah apa-apa. Ia hanya menyebabkan kematian ribuan nyawa. China tetap kekal utuh.

Cuma di Indonesia - siri demontrasi yang berlaku menyebabkan kerajaan Suharto jatuh.

Bagi aku sama ada demontrasi itu betul atau tidak (tanpa memberi tafsiran kepada undang-undang) - bergantung kepada siapa yang melakukannya, dan apa motifnya. Demontrasi yang berjaya hanya kerana ketulenan si pelakunya.

Golongan kaki arak yang berdemontrasi untuk kenaikan gaji imam di masjid misalnya - tidak akan mengubah apa-apa. Demontrasi ini bukan dari hati. Ia datang dari hasrat untuk populariti. Maka yang mereka dapatkan bukan populariti - tapi caci maci sahaja. Penat melolong.

Kita lihat misalnya mereka yang berdemontrasi untuk hal bahasa di Pulau Pinang - tetapi mereka sendiri tidak pula dikenal sebagai orang yang mencintai bahasa - akan menjadikan demontrasi itu sekadar menyusahkan orang ramai. Ia tidak mengubah apa-apa. Demontrasi ini tidak datang dari hati. Ia datang dari populariti.

Demontrasi Bersih setahun lalu - mungkin boleh dianggap berjaya kerana si pelakunya seperti Usman Awang dan Hassan Ahmad adalah orang yang dianggap terkenal dalam hal perjuangan bahasa. Cuma mungkin dalam demontrasi itu - ada pihak lain yang sekadar menumpang nama dan mencari nama - itu hal biasa. (Anda patut mencari buku-buku Hassan Ahmad. Ia sangat bagus dalam isu bangsa, nasionalisme dan bahasa).

Demontrasi isu Palestin - tidak pernah mengubah apa-apa. Selepas penat berdemontrasi - orang singgah makan di kedai pemilik Amerika sambil minum Coca-Cola. Malamnya menonton filem Hollywood. Si pelaku kepada demontrasi itu bukanlah orang yang benar-benar inginkan perjuangan Palestin. Mereka hanya terdorong berdemontrasi apabila diajak orang. Bahkan - ada korporat yang ada usaha bisnis dengan orang Israel. Jadi - mengapa harus berdemontrasi kalau tidak tahu ertinya.

Kalau kita mengutuk kekejaman Yahudi ke atas Palestin, kita juga perlu berdemontrasi atas penaklukan Amerika di Afghanistan dan Iraq. Jangan hanya kerana Palestin ada 'nilai tambah' populariti, kita hanya berjuang untuk orang Palestin. Umat Islam di China juga sedang merana. Jadi kita juga patut berjuang dan berdemontrasi untuk mereka. Itu pun kalau kita percaya demontrasi itu mampu mengubah dunia.

Sebab itulah - demontrasi itu sepatutnya datang dari hati. Ia bukan dicetuskan 'tangan ghaib' yang bermain wayang di balik tabir. Para petani yang berdemontrasi kerana subsidi padi ditarik balik misalnya akan lebih berjaya. Tetapi, kalau para pemodal berdemontrasi kerana kononnya hak istimewa terjejas - setelah penat dan kepanasan - mereka akan pulang ke rumah. Ia tidak mampu membuka mata sesiapa pun.

Hari ini banyak sangat demontrasi. Ada demontrasi yang cari makan, ada demontrasi kerana tak cukup makan. Ada demontrasi mencari nama, ada demontrasi yang mencari populariti. Hasilnya yang ikut demontrasi kepenatan. Yang lalu lalang kesesakan. Yang tua kelelahan. Yang muda melopong tak tahu tujuan.

Ada hal yang patut didemontrasi - ada hal yang tidak. Ada orang yang patut terlibat, ada orang yang patut duduk diam di rumah.

Sebab itulah - demontrasi demi demontrasi - dunia tetap kekal begitu.

Demontrasi - wayang kulit baru. Siapa yang bijak itulah tok dalangnya.

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails