Yang Ikut

Saturday, 9 October 2010

Rakaman sebuah perjalanan

Reactions: 
Rakaman Sebuah Perjalanan

I
Sahabat kami,
Tentu payah cerita hidupmu,
Menongkah ombak resah di bumi asing,
Dari satu musim ke satu musim,
Menyusur jalan yang penuh liku,
Tidak seperti yang kita jangkakan.

Sahabat kami,
Tetapi itulah coretan pengalaman,
Setiap orang ada ceritanya,
Kalau hidup ini selalu indah,
Tentu kita berada di syurga,
Kalau tidak ada air mata yang tumpah,
Tentu kita bukan manusia.

Sabahat kami,
Sepertinya baru semalam kita bertemu,
Hari ini kalian melangkah pulang.

II
Terima kasih kerana singgah,
Dalam diari perjalanan kami,
Sesekali kita ketawa,
Ada masanya kita berduka,
Kerana engkau adalah sahabat,
Kita harungi semuanya bersama,
Dalam ikatan sebuah keluarga.

Musim-musim yang bakal mendatang,
Tiada lagi gambarmu di kebun epal,
Bersama memerhati daun yang luruh,
Menghidu wangi bunga di perbukitan.
Mengisi jalan cerita sebuah persahabatan.

Tetapi kenangan bersama kalian,
Telah kami simpan di hati kami,
Ia lebih indah dari sejuta potret,
Yang kita warnakan di lensa kamera,
Adalah lukisan tak tergambarkan,
dengan sejuta kata-kata.

III
Jangan diucap selamat jalan,
Pasti kita bertemu lagi,
Jangan hilangkan kami dalam ceritamu,
Sahabat setia yang tiada galang ganti,
Seperti kami semua juga,
Di dalam mimpi pun,
kamulah teman.

IV
Bila kita bertemu lagi,
Jangan lupa menyapa kami,
How are you mate!”,
pasti kita akan ketawa lagi,
Dalam gema cerita Garage Sales dan Corelle,
Gepp Cross dan Brighton,
Menjaring ketam di Grange,
Menyusur Great Ocean Road hingga ke Melbourne,
Strawberry picking di Handorf,
Musim bercuti di Moonta Bays,
Sibuknya berniaga di Malaysia Carnival,

Oh, jangan juga engkau terlupa,
Rumah usang di 12 A Rose Street itu,
Tempat segala ibu menceritakan,
Ragam suami yang berjuta cerita.
Ada yang lucu, ada yang menyakitkan.

V
Sajak ini mungkin terlalu pendek,
Untuk kami merakam segala cerita,
Cukuplah kami hanya berkata,
Terima kasih teman atas segala,
Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kami menumpang mandi,
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh kita berjumpa lagi.

VI
Sahabat kami,
Tiada apa yang dapat kami persembahkan,
Membekal jalan untukmu pulang,
Kami cuma dapat mendoakan,
Moga Allah permudahkan jalan,
Atas setiap yang kalian impikan.
Moga cahaya terang menunjuk jalan,
Lorong depan sebuah kebahagiaan,

1 comment:

mangkuk statik said...

riak air tandanya kelah,
lu bila mau belah?

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails