Yang Ikut

Thursday, 3 February 2011

Meminta budi, menolak budi

Reactions: 
Kita selalu mendengar pepatah ini - orang berbudi kita berbahasa. Tetapi, ia hanya pepatah yang mungkin sudah patah bagi sesetengah orang.

Ada orang yang meminta budi orang, tapi caranya sangat janggal. Dia mengirimkan email meminta budi. Tapi caranya menulis tidak sesuai dengan hajatnya. Misalnya, 'datang ambil saya'.

Siapa kita meminta tolong dari orang lain tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu? Ingat, orang lain bukan balaci kita. Orang lain ialah manusia juga. Sesekali rendahkan diri sedikit sebelum meminta budi dari orang lain. Mungkin benar kita orang besar, ada banyak wang. Tetapi orang yang bakal menolong kita tidak peduli semua itu.

Mereka tidak meminta apa-apa. Mereka cuma mengharapkan sedikit pengenalan diri sebagai salam perkenalan. Kalau kita yang mengharapkan budi orang, tidak tahu etika hidup ini, maka lebih baik jangan meminta apa-apa dari orang lain. Dalam dunia ini, manusia seperti ini ada dalam kelompoknya sendiri. Mereka tidak layak berurusan dengan orang lain.

Ada pula orang, yang dihulurkan budi baik. Tetapi mereka ini menolaknya dengan cara yang teruk. Tidak menerima pertolongan orang tidak mengapa. Tetapi menolak dengan cara yang kasar dan sombong - menjadi anda sebagai orang yang menjadi perhatian. Bukan menjadi perhatian seperti Ariel Peter Pan naik mahkamah.

Orang menanti untuk melihat siapakah manusia yang pelik ini? Orang sedang menanti melihat orang yang tidak bijak meminta budi, tidak cerdik menolak budi.

Aku juga tentunya.

1 comment:

Muhammad Teja said...

tak payah sombong pun tak apa. kata pada orang itu. :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails