Yang Ikut

Saturday, 17 April 2021

Sajak


Di celah dinding berusia

Hari ini
Seperti hari-hari kelmarin jugalah
Di celah-celah dua dinding yang usianya begitu tua
Aku duduk sambil menghirup secawan kopi panas
Dan merenung pohon kacang yang aku tanam tiga bulan yang lalu
yang tak pernah berbuah

Setahun dulu
kau juga duduk di sini
sambil kita bercerita orang itu dan orang ini
jiran-jiran kita di kampung
yang kemabukan air biak
yang dulunya orang-orang tua kita
menampal daunnya di kepala anak kecil
yang kembung perutnya

Di celah dinding batu berusia ini
kita bercerita tentang konspirasi dunia
tentang mujtahid yang lahir setiap seratus tahun
aku kira
kau tak pernah sempat melihatnya
kau pergi sebelum lahirnya juga
aku pula berkira-kira jikalah mujtahid itu muncul
dengan siapa akan aku kongsi cerita ini

Tak jauh dari celah dinding batu berusia itu
kau bina sebuah sangkar kayu yang cantik
kau kata nanti jika ia rosak
kau bangunkan yang baru
dan ternyata kau tak akan datang lagi
lalu aku belikan beberapa potong kayu
dan bangunkannya sendiri

Di celah dinding yang berusia ini
aku bercerita dengan seseorang yang dulunya
pernah ada dan tiba-tiba pergi
tetapi ku harap kau masih ada
mendengar omongku

Di celah dinding yang berusia ini
terasa benar aku keseorangan
membilang usia
yang kian menuju senja
menjadi begitu tua

FF
17 Apr 2021

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails