Yang Ikut

Monday, 28 September 2015

Indahnya nostalgia

Reactions: 
Seminggu dua ini saya sibuk menebas dan membersihkan yard di belakang rumah saya. Selama ini mungkin ramai yang menyangka negara maju seperti Australia hanya ada kota batu bata. Sebenarnya, ia lebih banyak pokok dan burung.


Ia mengingatkan saya di masa kecil dulu mengikut emak saya ke huma. Emak saya ada menanam sedikit padi huma di sebelah bendang di pinggir hutan. Waktu itu untuk sampai ke bendang kami, terpaksa berjalan kaki begitu jauh. Melintasi hutan dan sungai. Walaupun saya tidak pernah terserempak, tetapi kata orang di hutan itu ada harimau kumbang.

Di huma itu ada sebuah dangau dan telaga. Di situlah emak memasak nasi. Ia tempat yang sangat membahagiakan. Ikan ditangkap di bendang dengan memancing atau menahan taut. Udang juga ada. Mudah sekali waktu itu. Sayur-sayur seperti petola dan labu diambil di sekitar huma. Lepas makan kami budak-budak biasanya bermain atau tidur di atas dangau tadi. Tidak ada wang, tetapi hidup sangat bahagia.

Sekarang hutan itu sudah tidak ada lagi. Ia bertukar menjadi kebun getah. Untuk sampai juga mudah. Tidak perlu berjalan kaki lagi. Naik motosikal boleh sampai terus ke bendang.

Di belakang rumah saya sekarang banyak burung. Macam-macam burung ada. Burung merbuk, burung serindit, dan macam-macam burung yang saya tak kenal nama. Ia jinak. Sebab mungkin tidak ada orang mengganggunya. Di Malaysia menjadi hobi orang kita menangkap semua binatang. Ada yang dibela, ada yang dimakan. Saya terjumpa sarang burung.


Begitulah indahnya nostalgia. Ia indah untuk dikenang sekalipun dulunya ia tidak ada nilainya.

1 comment:

isuzu_aizu said...

ok bbq dah boleh on sebab dah tebas backyard :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails