Yang Ikut

Saturday, 2 November 2013

Bila kota ini kian meresahkan

Reactions: 
Menyaksikan manusia berhimpun di dataran di depan masjid Putrajaya ini adalah gambaran cerita betapa manusia kota sedang kepenatan. Ia menjadi pot baru orang penat berkerja,  sesak berhutang dan resah rumah tangga.  Ia tempat baru orang duduk menyantai. Di hujungnya, di celah-celah pohon ada pasangan sedang memadu kasih.

Biarkanlah.


Ini bukan masa kita berdakwah. Dosa sendiri sudah bertimbun. Sama banyaknya dengan sampah dan lendir orang kota yang menabung nista. Setiap orang ada ceritanya. Baik puji, baik keji tutuplah sendiri. Hidup orang kota kita sendiri-sendiri. Malamnya di disko, siangnya bersongkok dan berbaju batik. Ini cara baru orang kita.

Hidup di kota ini memang penat. Harga barang mendadak naik. Harga diri mendadak jatuh.

Kota ini kota resah. Kota lelah. Kota hutang.

Bukalah bajumu. Lihat berapa bilah tulangmu yang sudah boleh dibilang?

1 comment:

MuridTuanPenasihat said...

Pernah terdengar orang kata.."Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri...sejahat ibu tiri (kalau ada) dia masih bagi makan kepada anaknya..tetapi ibu kota kalau tidak bekerja maka kelaparanlah penghuninya" Wallahualam

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails