Yang Ikut

Wednesday, 10 April 2013

Tunggu aku Adelaide

Reactions: 
Apa khabar Adelaide - kota kecil yang sepi. Ia kota yang aman tanpa bangunan pencakar langit dan bebas hangit asap kenderaan. Ia kota yang menyenangkan. Sesekali kita melihat itik belibis berenang siang di Sungai Torrent, sama indahnya melihat biru langit di bawah sinar matahari yang garang. 

Di musim luruhnya, dauh-daun mula berguguran mengingatkan hayat kita yang tidak akan bertambah panjang. Bunga-bunga yang mekar mengingatkan kita warna hidup yang sesekali resah, sesekali meriangkan. Di musim dinginnya menjadikan hidup ini terasa begitu panjang. Membungkus di bawah selimut adalah nikmat terindah. Musim panasnya menginsafkan kita bahawa neraka tentu sangat memeritkan. Apalah sangat panas di dunia ini.

Hah, Adelaide hanyalah kota batu lama. Dikelilingi pohon hijau yang cantik. Ia bertukar rupa setiap kali musim berubah. Bukitnya yang memanjang dan berliku ialah pengalaman perjalanan yang sangat menyeronokkan. 

Apa pun Adelaide, ia hanya kota tamadun manusia. Ia tidak ada apa-apa tanpa warga manusianya.

Nizam - temanku yang semakin tua - memburuh sekian lama di sana. Dia antara manusia yang tetap ada di sana. Ia tidak pernah berubah sekalipun musim bertukar. Ia tidak pernah bertukar sekalipun warga Malaysia pelajar datang dan pulang. Dia tetap ada di situ. Dia berjuang dengan caranya. 

Adelaide, sudah lama aku tidak bercerita. Sudah lama aku kehilangan kompas jalannya. Sudah lama kita tidak menyapa mesra.

Tunggu aku Adelaide. Nanti kita menyapa lagi di Aroma Cafe sambil menghirup secawan kopi. Kita ceritakan kisah lelahku. Kita ceritakan lagi kisah hilangku. Kita berbual panjang tentang hiruk pikuk Kuala Lumpur yang kian ditenggelamkan cerita sakit hati dan lara manusia.

Tunggu aku Adelaide.

Masih ada lagikah gadis penjual sayur itu? 

  

8 comments:

alfindani said...

Andai dapat dinovelkan sebuah kisah perjalanan mencari diri berlatarkan indahnya Adelaide..

Mungkinkah dengannya tuan bakal tercalon ke Nobel Prize..

hime s said...

abg awang nk balik adeled?

N

FakirFikir said...

N - pi, bukan balik.

alfindani - jangkan novel, blog pun dah tak sempat nak update

ummu dardak ahmad dhiak said...

Saya sudikan diri untuk jadi tukang cari penerbit untuk novel Tuan!

Mohamad said...

Selamat datang tuan penasihat...secangkir kopi kita bersama...disitulah Cafe Aroma...

Anonymous said...

Jgn lupa gmbr di tepi masjid.

Anonymous said...

salam bro, sebelum ke adelaide mengundi dulu bos:-)

Anonymous said...

Lately ni blog Tuan boring saja...ayat2 pun sentimental saja.Lemah jiwa bila baca.Wake up! BERSEMANGAT lah sikittttt...

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails